Jadi disini kita semua pasti tahu bahwa di jaman sekarang ini sudah banyak aplikasi dihp yang di isi dengan aplikasi sosial media. Dan disini kita bicarakan adalah bagaimana penggunaannya di lingkungan keluarga khususnya orangtua yang gaptek ( gagap teknologi) dan mereka tetap menggunakannya. Nah disitu kita perlu meminimalisir penggunaannya dsn memberikan arahan yang baik agar mendapatkan penggunaan sosmed yang berguna dan tidak salah menggunakannya.
Jadi belajar dan terus belajar lah agar tidak tertinggal.. Terimakasih
Selasa, 19 Desember 2017
Menggunakan SOSMED??
ALAT TRANSPORTASI DAHULU
Tidak bisa kita pungkiri bahwa kehidupan kita sehari-hari tidak lepas dari alat bantu yaitu transportasi untuk mempermudah dalam kinerja atau alat untuk membantu mencapai tujuan.
Adapun alat transportasi disini yaitu transportasi bahari yang anti polusi :
1. Delman
2. Becak
3. Bentor
4. Angkot
5. Ojek
6. Pedati
7. Becak motor
8. Cidone
9. Doket
10. Ojek sepeda
Nah itu tadi beberapa alat transportasi yang dipakai orang pada jaman bahari.
Sekian terimakasih
Senin, 04 Desember 2017
Hubungan TIK dengan PPKn
Teknologi informasi dan komunikasi sekarang tidak terbendung lagi, seakan dunia ada digenggaman kita saking mudahnya mengakses internet dalam mencari sesuatu entah itu ilmu pengetahuan atau yang lainnya.
Kemudian PPKn disini bertujuan untuk membentuk warga negara yang baik dan taat hukum. Nah jadi apa hubungannya TIK dengan PPKn ??
Sudah sangat jelas ada hubungannya karena dengan adanga teknologi yang maju pasti ada penggeraknya yaitu manusia itu sendiri karena tanpa ada manusia teknologi tidak akan berjalan, nah maka dari itu kita perlu meimbangi teknologi itu dengan penggunaan yang sesuai aturan dan tidak merugikan orang lain, dengan diimbangi dengan PPKn maka warga negara bisa menggunakan teknologi dengan bijak sesuai keperluan. Nah itu tdi hubungan tik dengan ppkn.
Semogaa bermanfaat gays..terimakasih
Kamis, 16 November 2017
Media literacy dan berita hoax
Apakah yang dimaksud dengan medialiteracy dan apa saja manfaatnya?
Jawab :
Literasi media adalah kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mendekonstruksi pencitraan media. Kemampuan untuk melakukan hal ini ditujukan agar pemirsa sebagai konsumen media (termasuk anak-anak) menjadi sadar (melek) tentang cara media dikonstruksi (dibuat) dan diakses.
Manfaatnya:
Pertama, media merupakan hasil konstruksi. Masyarakat atau dalam hal ini individu yang berinteraksi dengan media perlu memahami adanya korespondensi antara kenyataan (real world) dengan kenyataan yang direpresentasikan oleh media. Bahwa media dalam merepresentasikan fakta telah melakukan serangkaian kegiatan mulai dari mendesain, memilih, menyeleksi dan mengedit fakta yang akan disajikan sebagai pesan media. Memang media telah menyajikan kenyataan namun perlu ditekankan kenyataan yang disajikan media telah melalui serangkaian proses produksi. Tidak terbatas dalam pengertian ini, Aufderheide menambahkan, “media are constructed and construct reality” (Christ,2004:92-96). Eksistensinya dimasyarakat sebagai alat komunikasi menjadikan media dikonstruksi olehl ingkungannya, baik itu lingkungan sosial maupun ekonomi.
Kedua, representasi media mengontruksi realitas. Perlu disadari ketika individu tidak memiliki informasi tentang suatu peristiwa dari sumber atau referensi lain selain media, besar kemungkinan individu tersebut beranggapan peristiwa tersebut sama dengan realitasnya. Padahal kenyataannya tidak selalu demikian. Dalam hal ini pentingartinya mengajak individu bersikap “terbuka” untuk memperluas pengetahuannya agar individu memiliki alternatif pilihan bagaimana memahami peristiwa yang ditampilkan dimedia.
Ketiga, pesan media berisi nilai dan ideologi. Masyarakat perlu tahu bahwa media mengkonstruksi nilai dan kepercayaan tertentu, termasuk menjadi alat ideologis bagi penguasa untuk melontarkan pesan propaganda politik ataupun pemodal yang mendidik masyarakat sebagai konsumen produk-produk kapitalis. Dengan begitu, masyarakat akan kritis menanggapi pesan-pesan politik dan juga siaran niaga yang disampaikan oleh media.
Keempat, pesan media berimplikasi sosial dan politik. Media sering dipahami hanya merefleksikan realitas sosial karenanya dinilai netral dan bebas nilai. Namun sesungguhnya media ikut mengkonstruksi realitas—yang kemudian diterima dan dipahami masyarakat—sehingga memiliki konsekuensi sosial dan politik. Setiap versi realitas yang ditampilkan media merupakan hasil seleksi atau serangkaian proses produksi berdasarkan ideologi tertentu dan merupakan gambaran parsial dari realitas yang sesungguhnya.
Pembelajaran media literacy diharapkan mencakup “segala cara mengkaji, mempelajari dan mengajarkan pada semua tingkat (dasar, menengah, tinggi, dewasa dan pendidikan seumur hidup) dan dalam semua konteks, sejarah, kreativitas, penggunaan dan evaluasi media sebagai suatu ketrampilan teknis dan praktis sekaligus sebagai lahan yang ditempati oleh media dalam masyarakat, dampak sosialnya, implikasi komunikasi bermedia, partisipasi, modifikasi modus dari persepsi yang dihasilkannya, peran karya kreatif dan akses kemedia ”(UNESCO,1979dalamNasution,1994).
Apa konsekuensi dari berita hoax bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara?
Jawab :
Berita hoax banyak beredar terutama dimedia sosial. Co-Founder Provetic, Shafiq Pontoh mengatakan jenis hoax yang paling sering diterima adalah masalah social politik, yaitu sekitar 91,8 persen, masalah SARA sebanyak 88,6 persen, kesehatan 41,2 persen, makanan dan minuman 32,6 persen, penipuan keuangan 24,5 persen, iptek 23,7 persen, berita duka 18,8 persen, candaan 17,6 persen, bencana alam 10,3 persen dan lalulintas 4 persen.
Ia mengatakan hoax bias dibidang energy misalnya hoax lowongan pekerjaan. Karena lowongan kerja dibidang energimasih menja diprimadona. Nah, potensi muncul hoax ketika akan terjadi kontrak antara perusahaan dengen pemerintah, perpanjangan kontrak. Potensi hoax juga ada ketika ada kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan kebijakan perusahaan.
Jenis hoax dari tingkat rekayasanya menurut Shafiq adalah yang mudah diklarifikasi dan yang sulit diklarifikasi. Hoax yang mudah diklarifikasi adalah yang sebagian besar konten adalah fiksi atau fitnah yang mudah dicari bantahannya, umum terjadi disitus click bait. Sedangkan hoax yang sulit diklarifikasi adalah berita yang menggabungkan fakta dan fiksi, kadang 80 persen fakta, dan 20 persenfiksi. Serta direkayasa oleh tim dengan kemampuan yang tinggi.
Hoax ini menurutnya akan memberikan dampak negative bagi siapa saja. Kontennya biasanya berisi hal negative, yang bersifat hasut dan fitnah. Hoax akan menyasar emosi masyarakat, dan menimbulkan opini negative sehingga terjadi dis intergratif bangsa.
Hoax juga memberikan provokasi dan agitasi negative, yaitu menyulut kebencian, kemarahan, hasutan kepada orang banyak (untuk mengadakan huru-hara, pemberontakan, dan sebagainya), biasanya dilakukan oleh tokoh atau aktivitis partai politik, pidato yang berapi-api untuk mempengaruhi massa. Hoax juga merupakan propaganda negative, dimana sebuah upaya yang disengaja dan sistematis untuk membentuk persepsi, memanipulasi alam pikiran atau kognisi, dan mempengaruhi langsung perilaku agar memberikan respon sesuai yang dikehendaki oleh pelaku propaganda.
MERIAHNYA ACARA DIESNATALIS PRODI PPKn ke-53
Meriahnya acara peringatan Diesnatalis prodi PPKn ke-53
Acara yang selalu dilaksanakan setiap tahunnya oleh prodi PPKn ini tidak lain dan tidak bukan adalah dalam rangka memperingati hari jadi program studi pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan universitas lambung mangkurat.
Acara ini terlaksana berkat dukungan mahasiswa dan dosen serta alumni yang mengikuti acara tersebut, terutama panitia yang menjalankan acara tersebut adalah inti dari semua inti dari lancarnya acara tersebut. Panitia yang melaksanakan acara tersebut tidak lepas dari dosen dan mahasiswa dari prodi PPKn itu sendiri.
Adapaun salah satu acaranya adalah lomba debat yang berjudul “eksestensi pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara” yang mana acara itu dilaksanakan pada tanggal 16 november 2017, yang bertempat di rung 38 FKIP ULM. Acara tersebut dihadiri oleh anak-anak SMA/SMK/MA se kalimantan selatan, ada sekitar 30 sekolah yang menghadiri acara lomba debat tersebut, yang mana di sekolah-sekolah yang mendaftarkan untuk ikut lomba juga guru-gurunya alumni prodi PPKn ULM dari berbagai angkatan. Jadi reuni antara dosen dan alumni masih terjalin dengan baik.
Acara lomba debat tingkat SMA/SMK/MA berlangsung dengan lancar dan baik sesuai rencana yang sudah disusun panitia pelaksana, yang mana acara tersebut di buka langsung oleh ketua prodi PPKn dan atasan tingkat fakultas. Acara tersebut berlangsung dari jam 07:15 – 16:00, walau dilanda hujan acara tersebut tetap berlangsung dengan baik dan lancar berkat kerjasama yyang baik antara panitia dan peserta lomba.
Dan tidak habis sampai disini saja acara peringatan diesnatalis prodi PPKn, masih banyak acara yang akan dilaksanakan, yaitu jalan santai bersama masiswa,dosen,serta alumni prodi PPKn yang yang insya allah akan dilaksanakan pada tanggal 18 november 2017, dan acara makrab ( malam akrab ) yang dilaksanakan pada sabtu malam yaitu malam mimggu pada tanggal 18 november 2017 juga.
Jadi itulah tadi kemeriahan yang dapat saya gambarkan atau bagikan, sebagai mahasiswa yang baik hendaknya berbaktilah kepada orangtua,keluarga,kampus, dan terutama prodi masing –masing yang menjadi wadah untuk menuntut ilmu yang bermanfaat kedepannya nanti, dan selalu ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan baik formal ataupun nonformal selagi itu bermanfaat bagi kita dan memberikan pelajaran yang berharga dalam hidup ini.
Terimakasih saya ucapkan dengan adanya berita ini sekaligus juga sebagai bahan bacaan, pastinya tidak luput dari salah-salah kata atau ada kata-kata yang membuat pihak lain tersinggung, saya mengucapkan banyak-banyak minta maaf, karena saya tau belajar itu harus dari kesalahan.
Selasa, 03 Oktober 2017
BELAJAR VS GAME
Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini, dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respons.
Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respons berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur, yang dapat diamati adalah stimulus dan respons. Oleh karena itu, apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respons) harus dapat diamati dan diukur.
Game Salah satu program yang bisa berjalan di dalam perangkat berbasis komputer adalah program game atau program permainan. Kita dapat dengan mudah mendapatkan game untuk dijalankan pada komputer atau smartpone. Secara garis besar game terbagi kepada dua jenis, yang pertama adalah game offline dan yang kedua adalah game online. Game offline maksudnya adalah game yang bisa digunakan pada komputer atau smartpone tanpa harus terhubung ke internet. Hal tersebut dimungkinkan untuk dilakukan karena semua perintah dan data game sudah terpasang di dalam komputer. Sedangkan game online ini sifatnya terpusat pada suatu server. Sehingga untuk menjalankannya dibutuhkan akses ke server tersebut melalui jaringan internet.
Jadi kita sebaiknya dapat membedakan yang mana belajar dan yang mana main game karena akan sangat beresiko apabila kita tidak bisa membedakan di antaranya. maka dari itu ketika kita sudah paham akan penbedaan keduanya tadi maka kita akan memperoleh kebisaan dalam mengelola waktu belajar dan main game. semoga dengan adanya artikel ini sahabat dapat memahami yang mana belajar dan mana yang main game yaaa... terimakasih dan mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan artikel ini.
dikutip dari ; http://www.mandalamaya.com/pengertian-game-menurut-para-ahli/